Nonosoft KHOT 3

Software Editor Teks Arab

Penyebab Para Penghafal Al-Qur’an mampu menghafal dalam waktu singkat

Penyebab Para Penghafal Al-Quran mampu menghafal dalam waktu singkatPertama: Adanya keinginan yang kuat untuk meng hafal. Apakah keinginan ini telah ada pada diri Anda? Maksud saya adalah keinginan kuat yang men-dorong Anda melakukan berbagai hal untuk mewujudkan tujuan Anda?

Kedua: Mencurahkan berbagai sebab untuk meng-hafai. Di antaranya adalah usaha untuk mengatur waktu dengan segala bentuk atau cara, usaha untuk meluangkan waktu yang cukup untuk menghafal, usaha untuk menekan waktu tidur dan usaha lainnya untuk mewujudkan tujuan yang paling besar, yaitu hafal Al-Qur’anul Karim.

Apa usaha yang telah Anda curahkan untuk menghafal? Apakah Anda telah mencurahkan usaha tersebut untuk menghafal?

Ketiga: Keyakinan mereka bahwa Allah telah me-milih mereka untuk menghafal kitab-Nya dan mereka yakin bahwa Allah memilih mereka di antara jutaan kaum muslimin. Maka dari itu, kegembiraan mereka bertambah dan mereka rajin untuk menghafal. Maka, apakah Anda masih ragu? Apakah Anda tidak mengetahui bahwa Allah memilih Anda untuk menghafal Al-Qur’an?

Ketahuilah, bacaan Anda terhadap kitab ini sendiri merupakan awal dipilihnya Anda untuk menghafal, Insya Allah. Maka dari itu, janganlah Anda merasa malas!

Keempat: Mereka berusaha keras untuk menjauhi segala hal yang dapat melemahkan tekad mereka dan meremehkan kekuatan mereka di dalam perjalanan menuju Allah. Sama saja, apakah cobaan itu berasal dari anak, orang tua, teman kerja, ataukah orang-orang yang berusaha meragukan faedah menghafal.

Apakah Anda telah menjauhi pesan-pesan negatif ini dari para penganguran yang tidak punya kerjaan kecuali membuat keraguan dan kedustaan?

Kelima: Memanfaatkan waktu seluruhnya sampai tidur pun hilang dari mata mereka, sehingga mereka tidak tidur karena Al-Qur’an. Karena begitu kerasnya usaha mereka, hampir-hampir aku ingin memberikan pernyataan bahwa Al-Qur’an telah masuk ke dalam hati mereka lebih dari satu kali.

Apakah Anda telah bermalam selama dua bulan dalam kegelapan dan Anda melaluinya dengan tidur?

Setelah itu, Anda ingin menyusulku pada waktu shubuh?

Ketahuilah, kaum yang mendapatkan pujian adalah mereka yang memiliki kemuliaan.

Keenam: Membayangkan sesuatu yang mengagum-kan. Maka dari itu, kebanyakan mereka seperti sopir dan penunggang unta yang setiap kali mendapati kesung-guhannya melemah dan jalan yang ditempuhjauh, ia ber-khayal bahwa ia sedang membaca dan mengkhatamkan hafalannya dengan surat ini:

Surat An-Naas 1-6

“Katakanlah, Aku berlidung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, Ilah manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia” (QS. An-Naas: 1-6)

Betapa seringnya ia mengkhayalkannya, sampai ia menangis. Sehingga setelah itu, kesungguhannya pun meningkat. Atau ia berkahayal bahwa dirinya sedang membaca Al-Qur’an dan menaiki tangga menuju surga. la berkhayal bahwa dirinya dan kedua orang tuanya sedang mengenakan mahkota kewibawaan pada hari kiamat.

Apakah Anda melihat diri Anda, ketika sedang membaca surat An-Nas? Kemudian, air mata Anda pun mengalir di atas pipi karena gembira bisa mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an?

Ketujuh: Menghafal Al-Qur’an bukanlah perkara yang mudah, jika dilihat dari sudut pandang besarnya pahala di sisi Allah, tekad yang kuat untuk menghafal Al-Qur’an, serta cobaan dan ujian yang harus dihadapi oleh para penghafal Al-Qur’an.

Apakah Anda bersungguh-sungguh dan positif ingin menghafal Al-Qur’an ataukah tidak?

Allah Ta’ala berfirman:

Surat Al Ankabut 2

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiar-kan (saja) mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji lagi?” (QS. Al-Ankabut: 2)

Aku bisa memastikan bahwa kebanyakan dari mereka melewati hari-hari ini dengan berbagai kondisi yang penuh dengan kesulitan dan ujian. Dan sesungguhnya hal itu tidak lain untuk mengungkap apakah mereka adalah orang yang sunguh-sungguh memiliki tekad untuk menghafal, ataukah mereka semata-mata hanya mencoba-coba untuk melewati jalan-jalan kemuliaan, sebagaimana perkataan mereka. Sesungguhnya, sikap mereka yang paling menakjubkan adalah jika mereka mampu, maka mereka akan menyempurnakan hafalan; dan jika tidak, maka mereka akan berpaling meninggalkannya.

Akan tetapi, di dalam ayat Al-Qur’an dikatakan :

Surat Al-Ahzab 23

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Maka, di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya).” (QS. Al-Ahzab: 23)

Maka, apakah Anda adalah orang yang sungguh-sungguh memiliki tekad untuk menghafal, sehingga Anda termasuk orang yang menunggu-nunggu apa yang telah dijanjikan Allah dan tidak merubah janjinya?

Kedelapan: Dan yang tidak akan aku lupakan adalah sesungguhnya mereka semua telah menentukan waktu di mana saat itu mereka mengkhatamkan hafalannya; dan waktu yang ditentukan agar mereka termotivasi untuk berlomba dan bertanding. Karena jika hal ini dibiarkan tergantung (tertunda-tunda), maka tidak mungkin mereka akan menyelesaikannya. la akan tetap tergantung begitu saja.

Begitu banyak rencana yang tidak dapat kita selesaikan dengan penuh rasa senang melakukannya, karena kita tidak meluangkan waktu, sehingga rencana itu bisa diselesaikan.

Maka dari itu, janganlah Anda berpaling sampai Anda menentukan waktu dimana Anda mengkhatamkan Al-Qur’an. Jika Anda belum menentukan waktu, maka bukanlah akal dan kemampuan Anda yang bermasalah, akan tetapi permasalahannya karena tidak adanya penentuan waktu pengkhataman.

Tentukanlah waktunya dari sekarang! Dan hendaknya waktu tersebut adalah sebulan, dengan izin Allah. Dan se-bulan, sekali-kali tidak akan berlalu kecuali Anda telah khatam menghafalkannya.

Kesembilan: Aku mendapati sebagian ikhwan dan akhwat meratapi waktu yang telah ia sia-siakan tanpa menghafal Al-Qur’an, walaupun permasalahannya berasal dari luar keinginan mereka. Perasaan nyeri ini adalah perasaan yang menunjukkan kesungguhan mereka untuk mengkhatamkan Al-Qur’an, walau sebenarnya mereka tidak bersungguh-sungguh ketika mereka meratapi waktu yang mereka sia-siakan untuk menghafal Al-Qur’an.

Maka, apakah Anda merasakan waktu yang telah tersia-siakan dari Anda tanpa menghafal Al-Qur’an? Apakah Anda merasa bersedih karenanya?

Kesepuluh: Mereka menaklukkan semua penghalang yang mereka hadapi dan merubahnya menjadi wasilah-wasilah yang membantu untuk mengkhatamkan Al-Qur’an. Ini merupakan tindakan kreatif, menjadikan masalah sebagai kunci untuk mendapatkan jalan keluar.

Kesebelas: Mereka menjadikan ibadah sebagai salah satu wasilah untuk membantu menghafal Al-Qur’an,sehingga Anda mendapati salah seorang dari mereka shalat, sedang yang lainnya memohon pertolongan kepada Allah. Dan yang lainnya, yang merupakan kebanyakan dari mereka, berusaha keras menjaga wudhu untuk memperbarui ketekunan dan semangat mereka.

Berwudhu adalah salah satu cara untuk menghapus kesalahan dan dosa-dosa. Dan faktor apakah yang mem-buat kita menunda-nunda menghafal Al-Qur’an, selain dosa?

Marilah kita memohon pertolongan kepada Allah, memohon ampunan atas dosa-dosa kita dan tindakan yang berlebih-lebihan dalam urusan kita, agar Dia memberkahi langkah kita; dan mengukuhkannya di dalam perjalanan menuju hafalan yang sempurna, dengan izin Allah.

 

sumber: Buku Hafal Al-Qur’an dalam Sebulan (Ir.Amjad Qosim)

Share Button

Comments

comments